Kenal Lebih Dekat dengan Jurnal: Apa itu Scopus, H-index, dan Q (Quartile)

1
1115
Pengertian scopus dan h-index dalam jurnal
Logo scopus (Sumber : iafor.org)

Jurnal merupakan terbitan berkala yang memuat artikel-artikel ilmiah. Istilah jurnal sudah sangat familiar di kalangan akademisi, lebih-lebih bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Sebagai bahan referensi penulisan tugas akhir, mahasiswa sudah pasti sering mencari artikel ilmiah di sebuah jurnal, baik nasional maupun internasional. Bagi mahasiswa pascasarjana, bahkan beberapa kampus punya syarat kelulusan berupa ‘harus publikasi artikel ilmiah di sebuah jurnal bereputasi.’ Di kalangan akademisi juga sebutan jurnal hampir-hampir sudah menjadi makanan sehari-hari. Sedikit-sedikit tugas review jurnal.

Hal lain yang kerap membuat para akademisi pusing adalah kewajiban untuk publikasi di jurnal terindeks Scopus. Benar saja, sejak beberapa tahun terakhir memang pemerintah melalui DIKTI mewajibkan dosen untuk menulis di jurnal Scopus sebagai syarat kenaikan jabatan. Lalu apa itu Scopus? Nah, bagi sebagian orang ternyata ada yang masih awam dengan istilah-istilah yang kerap kali muncul dalam jurnal, seperti : Apa itu scopus? H-index? dan Q (Quatile)? Pada kesempatan kali ini, aku akan berbagi sedikit pengetahuan dan pemahamanku terkait jurnal. Maklum, sebagai mahasiswa pascasarjana dikit-dikit cari referensi jurnal buat penyelesaian tugas akhir. Tulisan ini akan memuat penjelasan soal Scopus, H-index, Q (Quartile) sebuah jurnal. Langsung saja.

Apa itu Scopus?

Scopus adalah sebuah pangkalan data pustaka yang menindeks abstrak dan sitasi artikel jurnal ilmiah. Scopus merupakan indeks yang dimiliki oleh Elsevier, sebuah penyedia informasi ilmiah, teknis, dan medis terbesar di dunia dan perusahaan teknologi yang didirikan tahun 1880. Saat ini Scopus telah mengindeks kurang lebih 20.000 judul jurnal dari 5.000 penerbit di seluruh dunia. Scopus mulai diperkenalkan ke masyarakat luas pada tahun 2004 dan bersaing ketat dengan Web of Science (WOS) yang diterbitkan oleh Thomson Reuters yang juga menjadi pusat data terbesar di dunia. Jurnal-jurnal yang terindeks Scopus mempunyai cakupan di bidang sains fisik dan teknik, ilmu hayati, ilmu kesehatan, dan ilmu sosial humaniora. Sampai saat ini, DIKTI tetap menggunakan Scopus sebagai ukuran reputasi intelektual seorang akedmisi. Lalu dari sekian banyak jurnal yang ada, bagaimana cara mengetahui jurnal terindeks Scopus atau tidak? Klik di sini untuk mengetahui caranya.

Apa itu H-index?

Salah satu poster yang memuat H-index (Dok.pri.)

H-Index merupakan sebuah tolok ukur bagi seorang ilmuwan bagi akademisi dalam mempublikasikan jurnal ilmiahnya. H-index pertama kali diperkenalkan oleh Jorge E. Hirsch, fisikawan dari California University, pada tahun 1985. Meskipun dianggap rawan manipulasi sitasi pribadi (self-citation), namun H-index masih merupakan cara yang paling efektif untuk menilai kinerja seorang ilmuwan. Angka “H” seringkali diasosiasikan dengan nama penemunya, Hirsch. H-index seseorang dapat dicari di media pengindeks dengan cara mengetikkan nama seseorang atau nama jurnal yang telah di publikasikan. Di samping itu dapat juga ditelusuri dari nama jurnal yang menerbitkan atau dapat juga dari nama penerbit jurnal sekalipun. Jadi disini Anda diberikan keleluasaan dalam memasukkan kata kunci tersebut. Uniknya lagi, disamping Anda dapat melihat h-index Anda sendiri, Anda dapat pula melihat h-index orang lain. Tidak hanya itu, h-index nama jurnal dan penerbitpun dapat dilihatnya.

Berikut media pengindeks publikasi yang dapat digunakan: Portal Garuda, Google Scholar, DOAJ (Directory of Open Access Journals), EBSCO, CrossRef, BASE (Bielefeld Academic Search Engine), ISJDSINTA, Scopus, dan lain-lain.

Apa itu Q (Quartile)?

Tampilan website SJR (Dok.pri.)

Scopus menilai sebuah jurnal dengan membuat klusterisasi kualitas jurnal menggunakan istilah Quartile. Jadi, quartile (Q) menunjukkan peringkat sebuah jurnal yang terindeks Scopus. Terdapat empat peringkat Quartile (Q), yaitu Q1, Q2, Q3 dan Q4. Jurnal Q1 adalah kluster paling tinggi atau paling utama dari sisi kulitas jurnal dikuti Q2, Q3 dan terendah adalah Q4. Pemeringkatan ini salah satunya ditentukan oleh banyak-sedikitnya seseorang yang melakukan sitasi dari artikel-artikel yang dimuat di jurnal yang bersangkutan. Cara mengecek Quartile sebuah jurnal dapat menggunakan Scimago Journal Rank (SJR) melalui website https://www.scimagojr.com/. Journal of Endodontics merupakan salah satu contoh jurnal yang termasuk Quartile 1 (Q1) dan memiliki H-index 138. Informasi detail tentang jurnal akan ditampilkan dalam web SJR ini.

Journal of Endodontics (Dok.Pri)
Jurnal yang termasuk Q1 memiliki warna hijau (Dok.Pri.)

Sebuah jurnal bisa saja dari tahun ke tahun naik Quartile, namun juga bisa saja sebaliknya, turun ke Quartile yang lebih rendah. Ada empat warna yang menunjukkan indikator tiap Quartile:

  • Warna hijau menunjukkan jurnal termasuk dalam Q1
  • Warna kuning menunjukkan jurnal termasuk dalam Q2
  • Warna orange menunjukkan jurnal termasuk dalam Q3
  • Warna merah menunjukkan jurnal termasuk dalam Q4

Demikian sharing singkat yang bisa saya sampaikan. Kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun sangat ditunggu. Jika artikel ini bermanfaat, berikan komentarmu dan bagikan ke teman-temanmu. Thanks.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here