7 Wasiat Pesan Kiai Najib Abdul Qadir untuk Santri

0
462
Wasiat Pesan Kiai Najib untuk Santri

Baru saja, Krapyak kembali berduka dengan wafatnya pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir, Yogyakarta, K.H. Najib Abdul Qodir Munawwir. Beliau adalah sosok kiai kharismatik yang dikenal sebagai Guru Alquran Nusantara yang menguasai Qiroat Sab’ah (7 ilmu baca Alqur’an). Kiai Najib wafat pada Senin (4/1) jam 17.00 di kediamannya, Krapyak, Yogyakarta. Semasa hidupnya, banyak santri datang dari seluruh Indonesia untuk nyantri menghafalkan Al-Quran kepadanya. Selain mengajarkan Alquran, Kiai Najib juga mengajarkan akhlak dan keteladanan kepada para santri. Berikut 6 wasiat pesan Kiai Najib untuk santri:

  1. Pacu terus dirimu untuk selalu nderes. Gak usah diminta pun, Allah akan memberikan sebaik-baiknya pemberian yang diminta bagi orang-orang yang menyibukkan dirinya untuk selalu nderes sampai lupa untuk berdoa.
  2. Menghafal Alquran memang tidak mudah, apalagi menjaganya, terutama jika sudah sibuk. Maka harus punya semangat yang kuat. Jika sudah semangat dan berusaha sungguh-sungguh, tetapi masih ‘lepas-lepas’ hafalannya di-ma’fu (dimaafkan), asalkan sudah benar-benar berusaha.
  3. Salah satu bentuk maksiat lisan yakni, jika sudah diberi anugerah berupa Alquran (hafal) tapi tidak digunakan untuk nderes.
  4. Seberapa besar cintamu pada gurumu, sebesar itulah barokah ilmu yang akan kau dapatkan.
  5. Jangan buang-buang umur. Kalau hari-hari berganti tanpa memperoleh ilmu (istifadatul ‘ilmi) atau menghasilkan karya (kasbul yadI. Terus apa gunanya usia begitu?
  6. Jangan putus asa. Tetaplah nderes dan berusaha. Kalau bukan kamu yang jadi, ya anakmu kelak. Kalau bukan anakmu, ya cucumu. Kalau bukan cucumu, ya saudaramu atau kerabatmu. Minimal ya tetanggamu.
  7. Ngaji itu sebuah kewajiban paling atas setelah shalat fardhu jangan sampai dikalahkan yang lain, harus sadar kasihan orang tua jangan sampai mengecewakan harapan orang tua sudah dikasih kepercayaan tapi tidak mengaji. Itu namanya durhaka dan dosa besar.

Keistimewaan Kiai Najib

Prosesi pemakaman Kiai Najib, Krapyak (dokrpi)

Dikutip dari salafiyyah4almunawwir.com Kiai Najib ialah sosok yang diberi banyak keistimewaan. Sebagai murid Mbah Arwani (Kudus), Kiai Najib ialah satu-satunya murid yang diperbolehkan untuk mengikuti musabaqoh (lomba) karena merupakan cucu dari K.H. M. Munawwir. Berkat pencapaian prestasinya dalam lomba Internasional, Kiai Najib pernah mendapat kehormatan bisa masuk ke dalam Ka’bah. Subhanallah.

Kematian akan datang kepada siapapun tanpa memberi aba-aba. Bagi kalangan pesantren di Indonesia, kematian Kiai Najib jangan hanya menimbulkan kesedihan yang berlarut-larut. Lebih dari itu harus dimaknai sebagai kebahagiaan dan spirit untuk terus ber-khidmat dan melanjutkan perjuangannya. Kiai Najib lebih dahulu dikehendaki Allah untuk menghadap-Nya. Kini Kiai Najib telah berkumpul dengan orang-orang sholeh, menjemput kebahagiaan yang kekal dengan berbekal Alquran yang telah dijaganya seumur hidup. Semoga kita bisa meneladani wasiat pesan dan melanjutkan cita-cita luhur Kiai Najib. Sugeng tindak, Mbah Yai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here